FINE's West Kalimantan Kapuas Hulu IFM Project Officially Launches Community Stakeholder Consultation
Proyek IFM Kapuas Hulu Kalimantan Barat Milik FINE Resmi Memulai Konsultasi Pemangku Kepentingan Masyarakat
Project Background
In May 2026, FINE officially launched community stakeholder consultations for its Improved Forest Management (IFM) project in Kapuas Hulu Regency, West Kalimantan Province, receiving positive responses and strong support from local forestry authorities.

In-depth Exchange with BPHL
The project team first visited the Forest and Wood Processing Management Authority (BPHL) of Kapuas Hulu Regency for in-depth discussions with management and technical staff. BPHL highly recognized the IFM project, believing it would promote sustainable forest resource management in the local area, and committed to providing full technical support. Both parties had thorough discussions on the current state of forest resources in the project area, community participation mechanisms, and future cooperation directions.

Technical Coordination with DLHK
Subsequently, the project team visited the Environment and Forestry Service (DLHK) of West Kalimantan Province for technical coordination with the provincial forestry authority. DLHK highly praised the project's carbon emission reduction potential and ecological conservation value, and expressed willingness to provide necessary support in policy coordination, data sharing, and monitoring evaluation. Both parties also discussed aligning the project with provincial forestry development plans.

Community Engagement and Stakeholder Consensus
The smooth progress of these consultations marks an important milestone at the community level for the Kapuas Hulu IFM project. The positive attitude of local forestry authorities lays a solid foundation for subsequent community surveys, baseline monitoring, and carbon credit accounting. FINE will continue to maintain close communication with all parties to ensure the project advances according to international standards with high quality.

Next Steps
After completing the initial stakeholder consultations, the project team will enter the community survey phase to conduct detailed baseline data collection and community needs assessment. Meanwhile, FINE will work with partners to develop a project implementation timeline and monitoring plan to ensure the scientific validity and verifiability of carbon emission reduction targets.
Latar Belakang Proyek
Pada Mei 2026, FINE secara resmi meluncurkan konsultasi pemangku kepentingan masyarakat untuk proyek Improved Forest Management (IFM) di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dan mendapat tanggapan positif serta dukungan penuh dari dinas kehutanan setempat.

Pertemuan Mendalam dengan BPHL
Tim proyek pertama kali mengunjungi Balai Pengelolaan Hutan dan Hasil Kayu (BPHL) Kabupaten Kapuas Hulu untuk berdiskusi mendalam dengan pimpinan dan staf teknis. BPHL sangat mengapresiasi proyek IFM ini, menilai bahwa proyek tersebut dapat mendorong pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan di wilayah setempat, dan berkomitmen memberikan dukungan penuh di bidang teknis. Kedua belah pihak berdiskusi secara mendalam mengenai kondisi sumber daya hutan di area proyek, mekanisme partisipasi masyarakat, dan arah kerja sama di masa depan.

Koordinasi Teknis dengan DLHK
Selanjutnya, tim proyek mengunjungi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat untuk koordinasi teknis dengan dinas kehutanan tingkat provinsi. DLHK memberikan penilaian tinggi terhadap potensi pengurangan emisi karbon dan nilai konservasi ekologi proyek ini, serta menyatakan akan memberikan dukungan yang diperlukan dalam hal koordinasi kebijakan, berbagi data, dan pemantauan evaluasi. Kedua belah pihak juga membahas penyelarasan proyek dengan rencana pembangunan kehutanan tingkat provinsi.

Partisipasi Masyarakat dan Kesepakatan Pemangku Kepentingan
Kelancaran konsultasi ini menandai pencapaian penting di tingkat masyarakat untuk proyek IFM Kapuas Hulu. Sikap positif dari dinas kehutanan setempat menjadi landasan yang kokoh bagi survei masyarakat, pemantauan baseline, dan perhitungan kredit karbon selanjutnya. FINE akan terus menjaga komunikasi erat dengan semua pihak untuk memastikan proyek berjalan sesuai standar internasional dengan kualitas tinggi.

Rencana Kerja Selanjutnya
Setelah menyelesaikan konsultasi pemangku kepentingan awal, tim proyek akan memasuki tahap survei masyarakat untuk mengumpulkan data baseline secara detail dan menilai kebutuhan masyarakat. Sementara itu, FINE akan bersama mitra menyusun jadwal pelaksanaan dan rencana pemantauan proyek untuk memastikan target pengurangan emisi karbon bersifat ilmiah dan dapat diverifikasi.
